Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan penilaian autentik pada model pembelajaran jigsaw untuk menilai kemampuan berkomunikasi siswa pada materi pencemaran lingkungan. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMA yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X MIA6 SMAN 3 Kota Sukabumi. Pengambilan data dilakukan selama tahap perencanaan, tahap pelaksanaan serta tahap akhir. Pada tahap perencanaan melakukan kajian literatur, pada tahap pelaksanaan, kelas dibagi menjadi enam kelompok  masing-masing kelompok berjumlah lima orang dengan model jigsaw dimana setiap anggota kelompoknya mendapatkan tugas mempresentasikan materi tentang pencemaran lingkungan kemudian setiap anggota kelompok melakukan penilaian autentik dan pada tahap akhir terdapat kuis berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa peer assessment, self assessment, lembar observasi, soal uraian dan rubrik penilaiannya, angket, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan penggunaan penilaian autentik pada model jigsaw dapat mengungkap indikator-indikator komunikasi siswa berdasarkan skor rata-rata rubrik penilaian komunikasi terkait pencemaran lingkungan pada komunikasi lisan kategori cukup (75,83%) dan komunikasi tulisan kategori baik (83%). Guru dan siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap penilaian autentik, serta penilaian autentik yang dikembangkan memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam pelaksanaannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian autentik dapat menilai kemampuan komunikasi siswa.