Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa SMP khususnya siswa SMP Negeri 2 Ambon. Pada kenyataannnya proses pembelajaran di kelas kurang meningkatkan kemampuan berpikir matematika dan bahkan cenderung tidak membangkitkan minat siswa untuk belajar matematika, maka untuk mengatasi masalah tersebut dalam penelitian ini menggunakan pendekatan keterampilan metakognitif dan konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambon. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional dengan rata-rata untuk kelas eksperimen 15,37 dan kelas kontrol 11,80.