PENGARUH INTERVENSI MUSIK SUNDA CIANJURAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN HEMODIALISIS DIRUANG HEMODIALISIS RSUD SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI

  • Mustopa Saepul Alamsah
Keywords: Hemodialisis, Kecemasan, Musik, Musik Sunda Cianjuran

Abstract

Salah satu permasalahan psikologis yang paling sering ditemukan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis yaitu kecemasan. Kecemasan yang tidak diatasi dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis yang dapat memperparah kondisi penyakit. Intervensi musik Sunda Cianjuran memiliki alunan nada yang lembut dengan tempo lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi musik Sunda terhadap tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisis.  Desain penelitian menggunakan Quasy Eksperimental, pretest-posttest control group design, ini melibatkan 46 pasien dengan purposive sampling yang dibagi menjadi kelompok kontrol (23) dan kelompok intervensi (23). Pembagian kelompok berdasarkan shift, shift pagi kelompok intervensi dan shift siang kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan intervensi musik Sunda Cianjuran pada hari senin dan kamis dengan waktu 30 menit setiap melakukan hemodialisis selama 2 minggu. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan setelah intervensi. Kelompok kontrol mendapatkan intervensi standar yang diberikan Rumah Sakit. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial (uji Paired t test, dan Independent t test). Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden antara kelompok intervensi dan kontrol homogen tidak ada perbedaan secara signifikan. Perbedaan rerata sebelum dan setelah pada dua kelompok dengan perhitungan uji paired t tes menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dengan p value 0.000 (p< 0,05 sedangkan untuk perbedaan rerata skor antara kelompok intervensi dan kontrol dengan uji independent t test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dengan p value 0.000 (p˂ 0,05). Simpulan, intervensi musik Sunda Cianjuran berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien hemodialisis. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar sebagai bahan intervensi komplementer untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien hemodialisis.

Published
2019-09-02
Section
Articles