MODEL KEPERAWATAN BERBASIS BUDAYA DI TATANAN KELUARGATERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERAWATAN HIPERTENSI DI KABUPATEN SUKABUMI

  • Hendri Hadiyanto
  • Tuah Nur
  • Erik Candra Pertala
Keywords: Model Keperawatan Berbasis Budaya, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan

Abstract

Di Indonesia perkembangan penyakit Hipertensi berdasarkan pengukuran umur ≥ 18 tahun menunjukan prevalensi Hipertensi sebesar 25,8% dan di Jawa barat sebesar 29,4 % (Kemenkes RI, 2014). Penduduk di Kabupaten Sukabumi mayoritas suku sunda, kebiasaan pola makan suku sunda makanan yang berasa asin dengan kadar konsentrasi garam yang tidak diketahui jumlahnya. Hidangan lauk pauk pun lebih sering menyediakan ikan asin dan sambal terasi terutama daerah pesedasaan. Perilaku merokok juga sangat tingggi di Daerah kabupaten Sukabumi terutama kalangan remaja, dewasa dan lansia. Pengendalian penyakit Hipertensi di tatanan keluarga dapat menggunakan model keperawatan berbasis budaya. Menurut model ini pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan budaya masyarakat kaitannya dengan perilaku kesehatan yang ada di masyarakat. Pengetahuan pasen tentang perawatan penyakit Hipertensi dapat meningkatkan dorongan sikap dan tindakan nyata pasen hipertensi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, menjaga pola makanan sehat, mencegah tingkat stress tinggi, kontrol kesehatan secara teratur. Tujuan : Menguji model keperawatan berbasis budaya terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan pasen hipertensi di Kabupaten Sukabumi. Metode: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian quasi ekperiment design dengan 60 responden. Perlakuan yang diberikan yaitu menerapkan model keperawatan berbasis budaya. di keluarga pasen dengan Hipertensi. Pengambilan sampel dengan teknik Non Random Accidental Sampling. Populasi penelitian adalah penderita Hipertensi yang ada di Kabupaten Sukabumi. Hasil: ada perbedaan pengukuran pengetahuan tentang perawatan Hipertensi sebelum dan sesudah kelompok perlakuan dengan model keperawatan berbasis Budaya dan memiliki niai P value < 0,05. ada perbedaan pengukuran sikap tentang perawatan Hipertensi sebelum dan sesudah kelompok perlakuan dengan model keperawatan berbasis Budaya dan memiliki niai P value < 0,05. ada perbedaan pengukuran tindakan tentang perawatan Hipertensi sebelum dan sesudah kelompok perlakuan dengan model keperawatan berbasis Budaya dan memiliki niai P value < 0,05. Kesimpulan: Model keperawatan berbasis Budaya sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan perawatan Hipertensi di keluarga.

Published
2019-02-14
Section
Articles