PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIS PADA SMK TERPADU 1 YASPIDA

  • amar eko raharjo SMK TERPADU 1 YASPIDA, Sukabumi, Indonesia
Keywords: model pembelajaran TSTS, , model pembelajaran ST dan Komunikasi matematis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara model pembelajaran TSTS, model pembelajaran ST dan model pembelajaran langsung, dan manakah yang lebih baik antara model pembelajaran TSTS dan model pembelajaran ST terhadap komunikasi matematis siswa pada materi program linear kelas XI tahun pelajaran 2015/2016.

Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI yang berjumlah 275 siswa. Sampel terdiri dari kelas XI TI A dengan model pembelajaran TSTS, kelas XI TKR A dengan model pembelajaran ST dan kelas XI TKR B dengan model pembelajaran langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes berbentuk uraian. Sebelum digunakan, melakukan uji coba instrumen yang meliputi validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah anava satu jalan sel tak sama dengan uji prasyarat normalitas dan homogenitas.

Dari hasil analisa data dengan menggunakan anava satu jalan sel tak sama α = 0,05 diperoleh Fobs=14,47 > Fα=3,15 yang berarti H0 ditolak. Jadi, disimpulkan bahwa ketiga model memiliki perbedaan . Dengan menggunakan uji komparasi ganda diperoleh Fhitung  m.1 vs m.2 = 20,914; Fhitung  m.1 vs m.3 = 21,667 dan Fhitung m.2 vs m.3 = 0,175 dengan daerah kritik 6,3 yang berarti m.1 vs m.2 dan  m.1 vs m.3 H0 ditolak dan H0 m.2 vs m.3 = 0,175 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa model TSTS lebih baik dari model ST dan langsung sedangkan model ST sama baiknya dengan langsung terhadap komunikasi matematis siswa.

Published
2017-07-10
Section
Articles