PERBANDINGAN PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) UPPER EXTREMITY DENGAN CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY (CIMT) TERHADAP KEKUATAN MENGGENGGAM PADA PASIEN POST STROK DI RSI ASSYIFA KOTA SUKABUMI

  • Egi Mulyadi Mahasiswa Program Magister Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Anwar Wardy W Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Yani Sofiani Dosen Program Magister Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Keywords: Strok, Range of Motion (ROM), Constraint induced movement therapy (CIMT), hemiparesis

Abstract

ABSTRAK
Strok merupakan gambaran perubahan neurologis yang disebabkan oleh adanya gangguan suplai darah ke bagian
dari otak. Kondisi strok dapat menimbulkan defisit motorik yaitu kelemahan dari satu sisi bagian tubuh
(hemiparesis). Penatalaksanaan gangguan tersebut salah satunya dengan pendekatan rehabilitasi melalui terapi
fisik dan okupasi dengan jenis Range of motion (ROM) dan Constraint induced movement therapy (CIMT) yang
bertujuan memperbaiki kekuatan dan koordinasi otot terutama dalam meningkatkan kekuatan menggenggam
pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh ROM dan CIMT untuk meningkatkan
kekuatan menggenggam pada pasien post strok dengan hemiparesis. Desain penelitian ini adalah Quasi
Experiment the randomized pretest – posttest design, using matched subjects posttest two grups dengan 18
responden kelompok intervensi ROM dan 18 responden kelompok intervensi CIMT. Hasil penelitian ada
pengaruh ROM dan CIMT terhadap kekuatan menggenggam pada pasien post strok, ROM lebih baik disbanding
CIMT. Saran : dapat diaplikasikan dalam praktek keperawatan dengan melakukan intervensi minimal 4 jam
sehari bisa lebih dari 2x, lebih memperhatikan faktor-faktor perancu.

Published
2019-01-03
Section
Articles