IbM PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS

  • Enok Nurliawati STIKes Bakti Tunas Husada
  • Etty Komariah Sambas STIKes Bakti Tunas Husada
  • Wawan Rismawan STIKes Bakti Tunas Husada
  • Tetti Agustin STIKes Bakti Tunas Husada
Keywords: pencegahan, penularan, tuberkulosis, pengawas penelan obat, Tasikmalaya

Abstract

ABSTRAK
Insidensi penyakit tuberkulosis di Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Hal ini merupakan ancaman
penularan TB yang serius di masyarakat, oleh karena itu diperlukan suatu tindakan nyata yang dapat
meminimalisir peningkatan prevalensi dan insiden TB. Tujuan kegiatan IbM ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap mengenai pecegahan penularan TB pada pengawas menelan obat (PMO)
yang meliputi kader, tokoh masyarakat dan keluarga penderita TB. Hasil dan luaran yang dicapai adalah
tersedianya modul pencegahan penularan TB, pelatihan bagi PMO dan pendampingan kader kesehatan dalam
identifikasi penderita TB. Setelah kegiatan IbM dilaksanakan, terdapat peningkatan pengetahuan PMO
mengenai pencegahan penularan tuberkulosis, dimana persentase peningkatan pengetahuan PMO di Kelurahan
Kotabaru Kota Tasikmalaya sebesar 55% dan di Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya 53 %. Individu yang
teridentifikasi mengalami tanda atau gejala TB di Kelurahan Kotabaru Kota Tasikmalaya sebanyak 126 orang
dan Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya sebanyak 80 orang. Untuk membantu kesinambungan program ini
disarankan untuk membentuk organisasi masyarakat peduli TB dibawah bimbingan dan koordinasi dengan
puskesmas setempat dan screening TB untuk individu yang teridentifikasi oleh kader kesehatan mengalami
tanda atau gejala TB untuk mendeteksi awal penularan TB sehingga dapat mencegah perkembangan penyakit
TB secara dini.

References

DAFTAR PUSTAKA

Balaji, V., Daley P., Azad, A.A., Sudarsanam, T., Mi¬chael, J., Sarojini, Sahni, Diana, R., George, C.P., Abraham, I., Thomas, K., Ganesh, A., John K R., & Mathai D. (2010). Risk Factors for MDR and XDR-TB in a Tertiary Referral Hospital in India.PLoS ONE, 5(3).
Caminero, J.A. 2010. Multidrug-resistant Tuber-culosis: Epidemiology, Risk Factors, and Case Finding. The International Journal of Tuber¬culosis and Lung Disease, 14(4) 382–390.
Departemen Kesehatan RI. (2004). KepMenKes RI No.128/MENKES/SK/II/2004 Tentang Kebijakan Puskesmas.Jakarta : Depkes RI
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.(2011). Terobosan menuju akses universal Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2010-1014.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Petunjuk teknis manajemen TB pada anak
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat .Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2014
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2012
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar .
Kunoli, F.J.,(2013). Pengantar epidemiologi penyakit menular. Jakarta: Trans info media
Lemhanas RI. (2013). Pemberdayaan Peran Tokoh Masyarakat.diunduh dari http://www/lemhanas.go.id, tanggal 6 April 2015
Published
2017-10-10