Abstract

ABSTRAK
Insidensi penyakit tuberkulosis di Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Hal ini merupakan ancaman
penularan TB yang serius di masyarakat, oleh karena itu diperlukan suatu tindakan nyata yang dapat
meminimalisir peningkatan prevalensi dan insiden TB. Tujuan kegiatan IbM ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap mengenai pecegahan penularan TB pada pengawas menelan obat (PMO)
yang meliputi kader, tokoh masyarakat dan keluarga penderita TB. Hasil dan luaran yang dicapai adalah
tersedianya modul pencegahan penularan TB, pelatihan bagi PMO dan pendampingan kader kesehatan dalam
identifikasi penderita TB. Setelah kegiatan IbM dilaksanakan, terdapat peningkatan pengetahuan PMO
mengenai pencegahan penularan tuberkulosis, dimana persentase peningkatan pengetahuan PMO di Kelurahan
Kotabaru Kota Tasikmalaya sebesar 55% dan di Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya 53 %. Individu yang
teridentifikasi mengalami tanda atau gejala TB di Kelurahan Kotabaru Kota Tasikmalaya sebanyak 126 orang
dan Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya sebanyak 80 orang. Untuk membantu kesinambungan program ini
disarankan untuk membentuk organisasi masyarakat peduli TB dibawah bimbingan dan koordinasi dengan
puskesmas setempat dan screening TB untuk individu yang teridentifikasi oleh kader kesehatan mengalami
tanda atau gejala TB untuk mendeteksi awal penularan TB sehingga dapat mencegah perkembangan penyakit
TB secara dini.